|
Tembang Pilihan
|
STMJ Dangdut Sepuluh Tangga Musik Jagonya Dangdut Periode Sabtu 04 September 2010 10. 3 G Ich..Kamu Nakal 9. Meggie Diaz Hidup Diantara 2 Cinta 8. Alfa Natalia Bukan Fatamorgana 7. Ellyn Sugges Bukan Cinta Semalam 6. Seruni Bahar Gara - Gara Secangkir Kopi 5. Novi Andaresta Pacar 5 Langkah 4. Evie Tamala Akhir Sebuah Cerita 3. Rhoma Irama Azza 2. D' Mawar Kau Tetap Kusayang 1. Lissa Keong Racun Campursari Terbaik Tidar Sakti Periode Sabtu 04 September 2010 10. Dimas & Ana Ojo Seru - Seru 9. Rina Kisah Kasih Di Sekolah 8. Sulistyaningsih Sambel Klothok 7. Mimin & Mbah Sakti Separuh Nyowo 6. Vita KDI Titip Kangen 5. Dhalang Poer Bhumi Ponorogo 4. Jithul Sumarji Joko Mlarat 3. Nafi'ar Tresno Sudiro 2. Iis Mawanti Mendem Lanangan 1. Ina Samantha Jaket Iki
15 Hits Request Tidar Sakti FM Periode Minggu 05 September 2010 15. Brand New Storm Harus Meninggalkanmu 14. Sherina Pergilah Kau 13. Naima ft Ryza Lavoise Mungkinkah 12. Black Out Join Kopi 11. Ripi - Ripi Mentah Lagi 10. GIA Lihat Saja Nanti 9. Alexandria Penipu 8. 7 Sign Kembalilah 7. Five Minutes Aisiah 6. Drive Katakanlah 5. D' Bagindas Empat Mata 4. Kanza Apa Artiku 3. Yofie n Nuno Manusia Biasa 2. Lavina Pilihan Hatiku 1. Asbak Cara Mencintaiku Lagu Yang Tergantikan Periode Minggu 05 September 2010 1. Sheila On 7 Hari Bersamanya 2. 3 Lagu Indonesia Bakal Hits Periode Minggu 05 September 2010 1. Positive Kau Ambil Dirinya 2. Sonja Instingku 3. Kotak Selalu Cinta
|
Archive
-
April, , 2010,
-
March, , 2010,
-
February, , 2010,
-
January, , 2010,
-
December, , 2009,
-
November, , 2009,
-
October, , 2009,
-
September, , 2009,
-
August, , 2009,
-
July, , 2009,
HOME PSIKOMA
|
|
PSIKOMA
|
Sejarah berdirinya Kota Batu |
|
Rabu, 21 Oktober 2009 |
Tidak banyak orang yang mengetahui tentang sejarah awal mulanya terbentuknya kota Batu, peran sebagian dari wali khususnya Wali Songo, Sunan Kali Jogo juga mempunyai andil cukup besar terhadap Kosa kata “mBatu”. Menurut Nacrowi ketua paguyuban Mbah Rohjoyo yang merupakan totoh tunggal yang di sebut-sebut sebagai Mbah Batu menuturkan, nama Batu sendiri bukan sebuah benda pada mulanya melainkan sebuah bentuk pemberian gelar kehomatan mengingat, pada mulanya wilayah Batu yang saat ini didiami oleh ribuan orang ini berasal dari bahasa jawa yang merupakan Mbah Tua: artinya yang di tuakan. Mbah Rohjoyo sendiri yang saat ini makamnya terletak di daerah Bumiaji yang di sebut sebagi Mbah Batu merupakan cucu dari Sunan kali jaga. Tidak hanya itu wilayah sekitar Kota Batu, seperti Malang, Pujon, Ngantang, Kasembon juga mempunyai keterkaitan yang dekat dengan sejarah berdirinya Kota Batu, haul Mbah Batu yang hampir tiap tahun di gelar merupakan bagian dari bentuk ikatan dari awal mula sejarah dan Kota Batu. Kota Batu sendiri sempat menjadi pusat dakwah. Tidak kurang dari 24 Desa yang tercatat saat ini juga mempunyai perjalan sendiri seperti nama Bumiaji yang pada mulanya menjadi center dakwah Islam di Kota Batu, Keberadaan Mbah Bejo juga tidak luput menjadi tokoh pergerakan persyarikatan Muhammadiyah yang hingga saat ini juga menjadi salah satu Ormas di Kota Batu. Selain itu keberdaan para nahdhiyin yang juga turut menyokong perjuangan umat islam pada masa itu. Bentuk ketidak sepakatkan masyarakat terhadap penjajahan kompeni juga menjadi salah satu faktor Mbah Rohjoyo melakukan pemberontakan terhadap sikap sewenang-wenangnya para kompeni Belanda. Sosok Nacrowi juga menilai Kota Batu saat ini sangat bergeser dari awal mulanya terbentuknya Kota Batu terutama masalah religius, ketidak pedulian terhadap nilai sejarah juga juga cukup nampak.
|
|
|
Minggu, 01 Maret 2009 |
Kita bisa hidup dan bernafas di alam kemerdekaan bukan sebuah kebetulan…….Kita bisa menghirup udara kebebasan setelah tiga setengah yang sudah terlewatkan denganpenuh luka lara….
Bayangkan, saat ini kita hidup di jaman penjajahan…, mungkin saat ini kita sedang menghunus pedang dalam perang meraih sebuah KEMERDEKAAN, atau mungkin saat ini kita sedang menjalani kerja tanpa batas dan tanpa imbalan jasa samasekali; di cambuk dan ditembak jika tidak menuruti perintahnya.
|
|
|
Minggu, 01 Februari 2009 |
Sahabat Tidar Sakti, sebenarnya ; untuk meraih sukses bukanlah melakukan sesuatu yang luar biasa. Tetapi anehnya malah kebanyakan orang justru lebih sering mencari sesuatu yang luar biasa untuk meraih sukses dengan cepat, bahkan melakukan aksi jalur potong kompas atau instant. Mereka cenderung berusaha mencari rumus ajaib untuk menyihir mereka sendiri menjadi orang yang sukses dengan se segera mungkin, tanpa menghargai prosesnya. Mereka baru terbelalak ketika ada orang yang di nilai biasa- biasa saja ternyata dapat menggapai sukses itu sendiri. Dari sinilah perlu adanya perubahan stigma paradigma pemikiran dan sikap yang konsisten yaitu; bagaimana kita yang biasa ini bisa merubah sesuatu karya menjadi sangat luar biasa, yang tentunya harus dilandasi dengan cara yang positif. Anda tidak perlu susah- susah mencari rumus ajaib, yang anda perlu cari adalah sesuatu yang menghasilkan, dan lakukanlah dengan cara yang luar biasa.
|
|
Read more...
|
|
|
Kamis, 01 Januari 2009 |
Sahabat Tidar Sakti, dalam menggapai cita-cita ataupun keinginan dalam kehidupan ini,banyak diantara kita justru lebih cenderung terfokus hanya pada tujuan ataupun hasilnya semata. Kalau boleh jujur bahwa setiap apa yang kita lihat selama ini hampir pasti kita justru terjebak dalam ke egoisan kita dalam menyimpulkan hasilnya saja tanpa secara bijaksana melakukan filterisasi terlebih dahulu. Rumusan ini bukan hanya omong kosong belaka karena dalam konteks akademika hal ini sering diajarkan, namun dalam aplikasi hidup ; ternyata kita sendiri belum dapat memahaminya secara benar. Sering kita melihat dalam pertandingan sepak bola ,hanya karena faktor fanatisme dan amarah yang tidak terkontrol ;sering kita keluar jalur dari pragmatis sepak bola itu sendiri.Jika tim kebanggan kita kalah dari sisi hasil , tanpa sadar justru seenaknya kita dengan mudahnya mencemooh secara membabi buta.Inikan LUCU...., karena kalau kita mau jujur apakah kita sendiri mampu dan lihai bermain bola di lapangan hijau itu sendiri.??? Malahan kalau kita sendiri yang bermain, apakah tidak malah lebih dicemooh ; bahkan bukan bermain bola ,tepatnya bermain "LAWAK” dilapangan hijau.  Seharusnya sebagai orang yang berpikir positif tentang dunia bola kita wajib hukumnya mengamati proses cara bermainnya,daya militansi perjuangan pemain di lapangan hijau,menghitung jumlah peluang yang menghasilkan gol, dan yang terpenting bersikap bijaksana akan sebab akibat ketika pemain tidak maksimal dalam bermainnya. Karena dalam sepak bola bukan teknis saja yang menentukan tetapi faktor non teknispun harus diperhitungkan secara bijak. Sekarang pertanyaannya adalah sudah bijakkah kita dalam melihat pertandingan sepak bola itu sendiri???Kalau jawabnya BELUM, segeralah berubah! Kalau jawabnya SUDAH, tidak ada salahnya anda meningkatkannya... |
|
| |
|
|
|
|