Dr. Melati Ester, 26 Mei 2009 RSIA Mardi Waloeja Kauman Acara Lensa Medika di Studio Ob Van Radio Tidar Sakti FM  Infeksi (infestasi) cacing merupakan masalah kesehatan yang banyak didapatkan, terutama di daerah tropis. Cacingan pada anak-anak memerlukan penanganan serius karena dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang anak. Cacing yang banyak menginfestasi manusia adalah: 1. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) 2. Cacing cambuk (Trichuris trichiura). 3. Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) 4. Cacing kremi (Enterobius vermicularis atau Oxyuris vermicularis) INFESTASI CACING GELANG (ASKARIASIS) Penyebab: Cacing Ascaris Lumbricoides, disebut juga cacing gelang. Cacing ini yangpaling sering menginfeksi manusia. Cacing dewasa bentuknya silindris dengan ujung anterior meruncing. Betina berukuran 20-35cm, sedang pada jantan berukuran 15-31cm. Satu cacing betina Ascaris lumbricoides dapat berkembang biak dengan menghasilkan 200.000 telur setiap harinya.
 Penularan dan siklus hidup: lewat telur di tanah yang tertelan, menetas menjadi larva di usus, masuk alian darah, ke paru dan saluran napas, kembali tertelan, dan masuk kembali ke saluran pencernaan. Cacing dewasa hidup di usus halus, bertelur dan dikeluarkan lewat tinja. Gejala dan komplikasi: - Diare dan anoreksia (nafsu makan turun, badan kurus) - Mual, muntah, nyeri perut - Gejala alergi: gatal (urtikaria), asma - Sumbatan usus, perforasi (kebocoran usus) s/d infeksi rongga perut (peritonitis) - Lain-lain - gangguan hati Pencegahan: - Cuci tangan sebelum makan - Cuci sayuran dengan air mengalir, sampai bersih benar dari tanah/kotoran - Cegah anak bermain tanah, atau segera cuci tangan sampai bersih dengan sabun - Potong kuku rutin agar tidak sulit membersihkan kotoran yang terselip di bawah kuku - BAB di jamban/kloset, jangan di sembarang tempat - Hindari pemakaian tinja manusia sebagai pupuk - Mengobati penderita  INFESTASI CACING CAMBUK (TRIKURIASIS) Penyebab: Cacing Trichuris trichiura. Penularan dan siklus hidup: menelan telur yang keluar bersama tinja. Telur menetas menjadi larva, dan hidup kemudian menjadi dewasa di usus. Cacing dewasa bertelur 3000-20000 per hari, telur keluar bersama tinja. Penularan lewat tangan, makanan, atau minuman yang terkontaminasi. Telur juga dapat terbawa oleh lalat atau serangga lain. Gejala dan komplikasi: - infeksi ringan tidak menimbulkan gejala - infeksi berat: nyeri perut, muntah, sulit BAB, kembung, s/d prolapsus recti Pencegahan: idem ascariasis INFESTASI CACING TAMBANG (ANKILOSTOMIASIS) Penyebab: Cacing Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Terutama hidup di daerah yang bertanah lembap dan teduh, seperti di dalam tambang atau perkebunan. Siklus hidup dan Penularan: Telur (keluar bersama tinja) menetas di tanah menjadi larva. Bila ada kontak dengan kulit manusia, larva yang telah bertumbuh dapat menembus masuk ke dalam kulit manusia, bahkan mencapai aliran darah. Setelah sampai di usus halus larva menjadi cacing dewasa. Setiap cacing dewasa mampu mengisap 0,03-0,3 cc darah per hari. Penularan juga bisa lewat larva yang tertelan. Gejala dan Komplikasi: - saat larva menembus kulit: dermatitis, rasa panas, kemerahan, gatal (Ground Itch) - gejala saluran napas: batuk, bronkitis, bronkopneumonia - anemia (jumlah cacing > 500) dan gejala-gejala penyertanya - malnutrisi Pencegahan: - memakai alas kaki - memperbaiki sarana dan cara pembuangan tinja - mengobati penderita  INFESTASI CACING KREMI Penyebab: Cacing Oxyuris vermicularis (Enterobius vermicularis), cacing berwarna putih berukuran kecil (1 cm) Siklus hidup dan Penularan: menelan telur (biasanya terbawa pada kuku jari, pakaian, sprei, makanan, debu), telur menetas dalam lambung, mengeluarkan larva. Larva bergerak dan menjadi dewasa di dalam usus besar (sekum). Pada malam hari cacing betina meletakkan telurnya di daerah sekitar anus, menyebabkan rasa gatal. Gejala dan Komplikasi: - gatal pada daerah anus pada waktu malam - badan kurus - anak rewel karena tidak bisa tidur nyenyak - pada anak wanita dapat terjadi gatal pada kemaluan Pencegahan: - menjaga kebersihan tangan, dan pakaian/alas tidur - mengobati penderita - mencegah hetero/autoinfeksi
disarikan dari berbagai sumber |