HOMENEWS Sejumlah petani kota Batu mulai enggan tanam bawang putih
Sejumlah petani kota Batu mulai enggan tanam bawang putih
Jumat, 05 Maret 2010
Turunnya harga bawang di pasaran kota bukan karena hujan yang sampai saat ini di kota Batu yang belum reda intensitasnya melainkan. Turunnya harga bawang putih di sebabkan karena hantaman kiriman bawang putih asal china yang meramaikan kota Batu. Sehingga petani sudah mulai enggan untuk menanam bawang yang harganya tidak mencapai angka 4000 perkilonya sedangkan harga bawang asal china lebih murah di bawah 4 ribu.
Parno Muttaqin salah satu petani bawang yang di temui Reporter Tidar Sakti mengatakan bawang lokal saat ini merasa terdegradasi oleh keberadaan bawang asal china yang lebih murah sedangkan petani bawang putih lokal kota Batu menginginkan harga dalam kisaran 4000 rupiah. Namun dengan datangnya bawang putih asal china mengakibatkan sejumlah konsumen memilih untuk membeli bawang tersebut yang relatif lebih besar dan murah.
Akibat dari problematika tersebut sejumlah petani bawang di kota Batu mulai enggan menanam tanaman bawang ini di karenakan harga operasional; tidak sebanding dengan pendapatan. Padahal satu hari sebelumnya Kehadiran pengurus KADIN (kamar dagang dan Industri) wilayah jawa timur memberikan jaminan pengenbangan sektor pertanian hingga tahun 2015 terkait munculnya isu pasar bebas. Ard (dD)